Deskripsi
Konseling Lintas Budaya dan Agama hadir dari kesadaran bahwa setiap konseli membawa dunia kehidupannya sendiri—budaya, agama, keluarga, identitas, pengalaman sosial, nilai, serta cara memaknai persoalan yang dihadapinya. Dalam masyarakat yang semakin majemuk, kemampuan konselor tidak lagi cukup hanya bertumpu pada penguasaan teori dan teknik konseling. Konselor dituntut mampu memahami manusia secara utuh sebagai makhluk individual, sosial, kultural, dan spiritual, sekaligus menyadari bahwa perbedaan dapat memengaruhi cara konseli berkomunikasi, mengambil keputusan, mencari pertolongan, membangun relasi, dan memahami kehidupannya.
Buku ini menguraikan secara sistematis fondasi Bimbingan dan Konseling Islam dalam masyarakat multikultural; budaya, agama, dan identitas konseli; landasan konseling lintas budaya dan agama; bentuk layanan dalam konteks keberagaman; serta kompetensi yang diperlukan konselor untuk bekerja secara profesional di tengah perbedaan. Pembahasan juga memberikan perhatian khusus pada kesadaran diri konselor, pandangan dunia konselor dan konseli, empati budaya, cultural humility, sensitivitas keagamaan, pengelolaan bias dan stereotip, moderasi beragama, toleransi, dialog antarbudaya dan antaragama, resolusi konflik, serta integrasi nilai Islam dan kearifan lokal dalam proses konseling.
Tidak berhenti pada pemahaman konseptual, buku ini membawa pembaca menuju praktik melalui pembahasan asesmen berbasis budaya dan agama, tahapan konseling, strategi intervensi multikultural, pengambilan keputusan etik, analisis kasus, supervisi, evaluasi, dan pengembangan kompetensi konselor. Buku ini ditujukan bagi mahasiswa Bimbingan dan Konseling, Bimbingan dan Konseling Islam, dosen, konselor, guru BK, serta praktisi pelayanan kemanusiaan yang ingin membangun konseling yang lebih kontekstual, etis, inklusif, dan bermartabat. Pada akhirnya, buku ini mengajak pembaca memahami bahwa konseling yang berkualitas bukanlah proses menyeragamkan manusia, melainkan seni dan ilmu untuk membantu seseorang berkembang tanpa tercerabut dari identitas, nilai, budaya, dan keyakinan yang memberi makna bagi kehidupannya.






Ulasan
Belum ada ulasan.